Orang-orang sekitar yang tau akan MAN Purwakarta tapi tidak tau ada topik apa diluar sanah nihhh baca sobbb...!!!
PURWAKARTA, (PRLM).-Orang tua siswa
calon peserta didik baru mengeluhkan tingginya pungutan terhadap calon siswa di
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purwakarta tanpa terlebih dulu dimusyawarahkan
dengan orang tua. Setiap calon siswa dikenakan biaya sebesar Rp 2.150.000 untuk
seleksi dan biaya pembangunan empat ruang kelas baru yang membutuhkan anggaran
sebesar Rp 1,5 miliar. Demikian disampaikan salah seorang calon orang tua siswa
MAN Purwakarta kepada "PRLM", Kamis (8/7.
Menurutnya, saat menerima surat
anaknya diterima dari MAN Purwakarta berisi kewajiban yang harus dibayarkan
kepada sekolah sebesar Rp 2.150.000. "Saya kaget kenapa harus membayar
uang sebesar itu, padahal sama sekali belum pernah diajak musyawarah. Yang
paling memberatkannya itu adalah keharusan untuk membayar uang muka dana
sumbangan pendidikan Rp 1,5 juta," katanya.
Diakuinya, dari dana yang dibebankan
kepada setiap calon orang tua siswa sebesar kurang lebih Rp 2 juta itu, Rp
650.000 tidak menjadi masalah karena untuk biaya MOS, SPP dua bulan, OSIS dan
lainnya."Tahu-tahu saya diwajibkan membayar Rp 1,5 juta untuk DSP,"
katanya.
Hal senada diungkapkan orang tua
siswa yang meminta namanya juga dirahasiakan. Menurutnya, adanya pungutan
kepada calon siswa baru di MAN Purwakarta sangat memberatkan. Apalagi,
penentuan besarnya dana yang menjadi beban orang tua siswa dikeluarkan tanpa
dimusyawarahkan dulu dengan orang tua siswa.
"Tiba-tiba calon orang tua
siswa disodori surat pemberitahuan anaknya diterima yang sudah dibubuhi tanda
tangan kepala sekolah dan komite sekolah. Sedangkan calon orang tua siswa tidak
diajak bicara," katanya.
Dijelaskan, dalam peraturan bupati
(Perbup) tentang penerimaan peserta didik baru tahun 2010 tidak dibenarkan
adanya pungutan untuk pendaftaran. Selain itu, penentuan besarnya DSP
diperbolehkan asalkan melalui musyawarah dengan melibat orang tua calon peserta
didik. "Tapi kenyataannya di MAN Purwakarta setiap peserta didik dikenai
biaya sebesar Rp 50.000 untuk pendaftaran, registrasi dan seleksi,"
katanya.
Kepala MAN Purwakarta Drs. H. Icang
Sudaryat, M.MPd ketika ditemui di sekolahnya membenarkan besarnya pungutan
untuk calon peserta didik baru.
Diakuinya, pungutan DSP sebesar Rp
1.500.000 kepada setiap calon peserta baru itu diperuntukan untuk pembangunan
empat ruang kelas yang memerlukan biaya sebesar Rp 1,5 miliar. "Saya
terpaksa membebankan orang tua siswa karena kebutuhan pembangunan ruang kelas
baru. Pasalnya, bantuan dari pemerintah maupun Kanwil Depag terhadap MAN
Purwakarta sangat minim," ucap Icang Sudaryat.
Ia membenarkan pungutan Rp 650.000
yang dialokasikan untuk MOS Rp 150.000, SPP dua bulan Rp 120.000,
penyelenggaraan ulangan umum dan tengah semester Rp 140.000, pembinaan OSIS,
Pramuka dan PMR Rp 120.000 dan pembinaan olah raga dan seni Rp 120.000.
"Sekarang ini dari jumlah siswa
sebanyak 280 siswa baru 180 siswa yang mengikuti daftar ulang, dengan jumlah
peserta didik yang mendaftar sebanyak 304 siswa," kata Icang.
Lebih lanjut dikatakannya, anggaran
yang dibebankan kepada orang tua calon peserta didik baru itu nantinya akan
dimusyawarahkan dengan orang tua siswa.(A-86/kur)**
- BUKAN ASAL TULIS YA.!!
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> http://www.pikiran-rakyat.com/node/117447 <<<<<<<<<<<<<<<<<<<
Tidak ada komentar :
Posting Komentar